Kunjungan Wisata Cirebon 2D1N PT. Personel Alih Daya Supported By Khalifah Asia

Traveling Cirebon – Jum’at, 05 Agustus 2016 kami diberi mandat oleh Khalifah Asia Tour & Travel Jakarta untuk mendamping perjalanan wisata Cirebon 2D1N / 2 Hari 1 Malam rombongan PT. Personel Alih Daya. Perjalanan diawali dengan menjemput rombongan di Stasiun Cirebon pukul 09.45 WIB, setelah itu langsung menuju Keraton Kesepuhan.

paket-wisata-cirebon-kuningan
Setelah puas mengitari komplek Keraton Kesepuhan, karena kebetulan hari ini hari Jum’at maka untuk peserta wisata laki-laki menuju Masjid Agung Sang Ciptrasa untuk melaksanakan Sholat Jum’at. Di masjid ini ada hal yang menarik dan tidak seperti biasanya, di Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon setiap hendak Sholat Juma’at ada 7 orang muadzin yang berkumandang secara bersamaan, adzan yang dilakukan oleh tujuh orang sekaligus dinamakan atau dikenal dengan “Adzan Pitu”.

Legenda ini berawal dari adanya wabah penyakit yang melanda jemaah masjid ini di awal pendiriannya. Tradisi 7 azan ini diwariskan oleh Sunan Kalijaga saat mengusir wabah tersebut. “Namanya Satria Menjangan Wulung” semacam Leak kalau di Bali, suatu wabah penyakit yang dikirimkan orang yang tidak senang kepada masjid ini. Wabah tersebut membuat beberapa jamaah masjid terkena penyakit aneh dan akhirnya meninggal. Untuk mengatasi ini, Sunan Kalijaga, bermunajat dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Hingga suatu ketika, Sunan Kalijaga meminta 7 orang untuk mengumandangkan azan dalam waktu bersamaan di dalam masjid tersebut. Alhasil, wabah penyakit ‘Satria Menjangan Wulung’ pergi dan terpental dari masjid bersamaan dengan meledaknya kubah masjid.
Selesai melaksanakan sholat Jum’at, kami menuju RM. Empal Gentong Mang Darma untuk makan siang. Empal Gentong Mang Darma sudah cukup terkenal di telinga penikmat wisata kuliner di kota Cirebon. Terkenal dengan nama empal gentong karena memakai bahan dasar empal atau daging dengan sedikit lemak dan dimasak menggunakan gentong atau kuali besar selama 10 jam. Mang Darma sudah merintis usahanya sejak tahun 1948, tak heran kelezatan empal gentongnya sudah menyebar kemana-mana.
Setelah puas menikmati makan siang, lalu kami menuju Pasar Kanoman untuk berburu oleh-oleh khas Cirebon. Pasar yang terletak di kawasan kota tua Cirebon ini menjual banyak oleh-oleh dengan harga murah. Selain batik, Pasar Kanoman juga menjual panganan khas Cirebon, seperti blakutak, ikan pari asap, hingga cumi bulat gemuk yang nikmat. Lalu juga ada penjual kerupuk melarat, rengginang udang, kerupuk kulit dan gapit.
Kemudian kami menuju tempat wisata Gua Sunyaragi, Gua ini tidak hanya menarik dikunjungi, namun juga memiliki banyak mitos. Komplek Gua Sunyaragi sendiri cukup besar. Ada bagian tertentu yang dipercaya bisa membuat enteng jodoh sampai sulit jodoh. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, para peserta kelihatan sudah cukup lelah. Lalu kami menuju ke Grand Tryas Hotel untuk Chek In dan istirahat sejenak.

PT.-Personel-Alih-Daya-11
Pukul 19.00 WIB kami mengadakan makan malam, tempat makan malam yang dituju adalah Restoran Seafood Jumbo yang terletak di jalan Siliwangi, dekat PGC (Pusat Grosir Cirebon) atau dulu Pasar Pagi. Seafood termasuk kuliner yang mempunyai banyak penggemar. Begitu juga di kota Cirebon yang memang terletak di pinggir laut, banyak masyarakat Cirebon yang gemar dengan kuliner seafood. Setelah menyantap makan malam kami kembali menuju ke Hotel untuk istirahat, agar besok bisa melanjutkan perjalanan wisata kembali.
Tepat pukul 09.00 WIB kami sudah berkumpul di lobi hotel untuk melanjutkan perjalanan wisata. Tujuan pertama adalah Toko Daud di Jl. Ir. H. Djuanda No. 9-11 Desa Dawuan Tengahtani – Cirebon. Disitu para wisatawan berburu makanan khas Cirebon untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju Desa Batik Trusmi untuk berbelanja batik khas Cirebon. Ke Cirebon, rasanya kurang lengkap klo tidak mampir ke Trusmi.
Di objek wisata Batik Trusmi ini cukup memakan waktu lama, setelah puas dan mendapatkan apa yang dicari lalu kami menuju RM. Nasi Jamblang Mang Dul untuk menyantap makan siang. “Mang Dul” sudah menjadi ikon nasi Jamblang di kota Cirebon. Nasi Jamblang “Mang Dul” terletak di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No. 4, Cirebon, tepatnya di sekitaran lampu merah Gunung Sari di dekat kantor BCA Gunung Sari.
Selesai menyantap makan siang lalu kami menuju Masjid Raya At Taqwa, Nama masjid Raya At-Taqwa Cirebon, semula sebenarnya adalah Tajug Agung, bangunannya sudah cukup lama dan tua, ruangannya terlalu kecil dan letaknya kurang menghadap kiblat, kemudian R. M. Arhatha, kepala Koordinator Urusan Agama Cirebon mempunyai gagasan untuk merenovasi Tajug Agung itu di tempat yang lama dengan mengambil nama Masjid At-Taqwa, karena sudah ada masjid agung yang terletak di kasepuhan yang sekarang menjadi Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Seolah-olah pada waktu itu tidak dibenarkan dua nama yang sama pada dua masjid yang letaknya masih dalam satu kota, yaitu Tajug Agung dan Masjid Agung. Akhirnya pada tahun 1951 terwujudlah bangunan masjid tersebut dan diresmikan menjadi At Taqwa tahun 1963.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 WIB, sudah saatnya kami kembali ke Stasiun Cirebon untuk menunggu kereta dan kembali ke Jakarta. Waktu 2 hari terasa begitu cepat, sebenarnya masih banyak tempat wisata yang belum sempat kami kunjungi. Selamat jalan rombongan PT. Personel Alih Daya semoga perjalanan wisata ini berkesan dan terima kasih kepada Khalifa Asia Tour & Travel sudah mempercayakan perjalanan wisata kepada kami. Semoga kerjasama ini bisa terjalin kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *